Memiliki utang adalah hal yang umum terjadi, baik melalui pinjaman bank, kartu kredit, maupun layanan pinjaman berbasis teknologi. Namun, ketika terjadi keterlambatan pembayaran, tidak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya mengenai proses penagihan yang dilakukan oleh debt collector. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, bolehkah debt collector menagih ke keluarga?
Pertanyaan tersebut muncul karena banyak kasus di mana anggota keluarga ikut dihubungi, bahkan didatangi oleh pihak penagih utang. Kondisi ini sering kali menimbulkan ketidaknyamanan, rasa malu, hingga konflik di lingkungan keluarga. Padahal, setiap proses penagihan memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh perusahaan pemberi pinjaman maupun pihak ketiga yang ditunjuk sebagai debt collector.
Memahami hak dan kewajiban dalam proses penagihan sangat penting agar debitur maupun keluarganya tidak menjadi korban tindakan yang melanggar hukum atau etika. Berikut penjelasan lengkap mengenai apakah debt collector boleh menagih ke keluarga beserta aturan yang berlaku.
Bolehkah Debt Collector Menagih ke Keluarga?
Debt collector pada dasarnya bertugas melakukan penagihan kepada pihak yang memiliki kewajiban membayar utang, yaitu debitur. Fokus utama penagihan harus ditujukan kepada orang yang melakukan perjanjian pinjaman, bukan kepada anggota keluarga yang tidak memiliki hubungan hukum dengan utang tersebut.





