Setelah masa Sriwijaya, pengaruh Kesultanan Palembang Darussalam juga cukup besar terhadap kehidupan masyarakat Ogan Komering Ilir. Sistem pemerintahan adat tetap dipertahankan, namun berada dalam koordinasi pemerintahan kesultanan.
Pengaruh kerajaan tersebut membawa perkembangan dalam bidang perdagangan, penyebaran agama Islam, serta pembentukan struktur pemerintahan lokal yang kemudian menjadi dasar administrasi masyarakat hingga masa berikutnya.
Masa Penjajahan Belanda di Ogan Komering Ilir
Memasuki abad ke-19, pemerintah kolonial Belanda mulai memperluas kekuasaannya ke berbagai wilayah Sumatera Selatan, termasuk Ogan Komering Ilir. Penguasaan ini dilakukan untuk mengendalikan jalur perdagangan dan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.





