Dampak terhadap lahan gambut juga menjadi perhatian karena kawasan tersebut menyimpan karbon dalam jumlah besar. Ketika gambut terbakar, karbon yang tersimpan dapat dilepaskan ke atmosfer. Selain memperburuk kualitas udara, kondisi tersebut juga berhubungan dengan persoalan lingkungan yang lebih luas.
Asap akibat kebakaran dapat menyebar mengikuti arah angin dan tidak selalu terbatas pada lokasi munculnya api. Kondisi ini dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat. Dalam situasi tertentu, asap pekat juga dapat menghambat aktivitas transportasi serta kegiatan ekonomi di wilayah yang terdampak.
Kerusakan akibat karhutla juga tidak selalu selesai setelah api berhasil dipadamkan. Pemulihan kawasan membutuhkan waktu yang panjang. Vegetasi harus kembali tumbuh, kondisi tanah perlu dipulihkan, dan habitat satwa harus mendapatkan kesempatan untuk kembali berkembang. Karena itu, mencegah kebakaran jauh lebih penting daripada hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah meluas.





