Apabila proses pergantian dilakukan sesuai aturan dan berlangsung secara transparan, dampaknya terhadap perekonomian cenderung dapat diminimalkan. Pasar umumnya lebih menyukai kepastian dibanding ketidakjelasan informasi.
Sebaliknya, apabila muncul ketidakpastian akibat rumor yang belum jelas kebenarannya, pasar keuangan dapat mengalami peningkatan volatilitas. Nilai tukar rupiah, pasar saham, maupun pasar obligasi dapat bergerak lebih fluktuatif karena pelaku pasar menunggu kepastian.
Namun demikian, Bank Indonesia merupakan lembaga yang bekerja secara kolektif melalui Dewan Gubernur. Kebijakan penting tidak hanya bergantung pada satu orang sehingga stabilitas kelembagaan tetap dapat terjaga meskipun terjadi pergantian pimpinan.





