Perkembangan lain yang penting terlihat dari kuartal pertama 2026. GoTo mencatat laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp171 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan ini menjadi salah satu indikator penting ketika membicarakan prospek saham GOTO dalam jangka panjang.
Selain profitabilitas, pertumbuhan transaksi juga menjadi faktor penting. Pada 2025, core GTV GoTo mencapai sekitar Rp400 triliun atau tumbuh 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas dalam ekosistem GoTo masih memiliki ruang untuk berkembang
Kondisi tersebut membuat cerita investasi GOTO mulai bergeser. Jika sebelumnya investor lebih banyak memperhatikan kemampuan perusahaan mengurangi kerugian, ke depan perhatian dapat semakin tertuju pada kemampuan perusahaan mempertahankan laba dan mengubah pertumbuhan transaksi menjadi keuntungan yang lebih besar.





