Selain Iran dan Oman, negara-negara Teluk lainnya juga sangat berkepentingan terhadap keamanan jalur ini. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bahkan membangun jalur pipa alternatif untuk mengurangi ketergantungan penuh pada Selat Hormuz. Namun, hingga saat ini, peta Selat Hormuz tetap menunjukkan bahwa jalur laut ini masih menjadi rute utama ekspor energi kawasan.
Ancaman dan Ketegangan di Kawasan Selat Hormuz
Melihat peta Selat Hormuz saja sudah cukup untuk memahami betapa rawannya kawasan tersebut. Jalurnya sempit, lalu lintasnya padat, dan berada di wilayah yang sering mengalami ketegangan politik. Konflik antara Iran dan negara-negara Barat beberapa kali memicu kekhawatiran akan gangguan pelayaran.
Selain konflik militer, ancaman lain yang muncul adalah pembajakan, sabotase kapal tanker, hingga ranjau laut. Karena itulah banyak negara besar seperti Amerika Serikat mengerahkan armada militernya untuk memastikan jalur ini tetap aman. Peta Selat Hormuz sering dijadikan dasar analisis dalam memetakan potensi risiko keamanan maritim di kawasan tersebut.





