Berita mengenai resesi, inflasi tinggi, konflik internasional, atau ketidakstabilan politik sering memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Investor yang panik cenderung menjual saham untuk mengurangi risiko.
Fenomena panic selling sering kali menyebabkan penurunan harga saham yang lebih besar dibandingkan kondisi fundamental sebenarnya. Dalam situasi tertentu, sentimen dapat menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar.
Ketika banyak investor melakukan aksi jual secara bersamaan, IHSG dapat mengalami penurunan tajam dalam waktu yang relatif singkat.





