Sebaliknya, saham yang keluar dari indeks berpotensi menghadapi tekanan karena sebagian investor institusi perlu mengurangi atau melepas kepemilikannya. Tekanan tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa fundamental perusahaan memburuk. Pergerakan harga dapat terjadi semata-mata karena penyesuaian portofolio berbasis indeks.
Investor sebaiknya tidak langsung membeli saham hanya karena masuk dalam indeks FTSE. Status tersebut memang dapat memberikan katalis positif, tetapi keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kinerja keuangan, prospek bisnis, valuasi, likuiditas, serta risiko perusahaan. Sentimen indeks sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya alasan untuk mengambil keputusan.
Mengapa FTSE Russell Penting bagi Investor?
FTSE Russell memiliki peran besar dalam industri investasi global karena berbagai indeksnya digunakan sebagai acuan oleh investor institusi. Dana investasi yang menggunakan indeks sebagai benchmark dapat melakukan penyesuaian ketika terjadi perubahan pada komposisi indeks.





