Konsistensi menjadi faktor utama. Pemain yang mampu mempertahankan performa tinggi sejak fase grup hingga final memiliki peluang lebih besar memperoleh penghargaan dibanding pemain yang hanya tampil bagus dalam satu atau dua pertandingan.
Kontribusi terhadap permainan tim juga sangat diperhitungkan. Seorang gelandang seperti Rodri mampu menjadi pemain terbaik meski bukan pencetak gol terbanyak karena pengaruhnya terhadap ritme permainan sangat besar.
Performa di laga-laga penting juga menjadi penilaian tersendiri. Pemain yang mampu tampil gemilang saat semifinal maupun final biasanya memperoleh nilai lebih dibanding pemain yang hanya bersinar di fase grup.





