Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor dan menekan inflasi. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan daya beli masyarakat dan memperlambat pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, stabilitas nilai tukar menjadi perhatian utama pasca keputusan downgrade.
Respons Pemerintah terhadap Moody’s
Pemerintah Indonesia umumnya merespons Moody’s downgrade Indonesia dengan menegaskan komitmen terhadap disiplin fiskal dan reformasi struktural. Langkah-langkah seperti pengendalian defisit anggaran, optimalisasi penerimaan pajak, dan efisiensi belanja negara menjadi fokus utama.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga kepercayaan investor melalui kebijakan yang pro-pertumbuhan dan ramah investasi. Reformasi regulasi, percepatan proyek infrastruktur, serta stabilitas politik menjadi sinyal penting untuk menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.





