Pembangunan fasilitas pemurnian menjadi peluang berikutnya. Dengan adanya fasilitas pengolahan di dalam negeri, Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah. Produk hasil pemurnian dapat menjadi bahan baku bagi industri magnet, elektronik, kendaraan listrik, energi, dan berbagai industri teknologi lainnya.
Kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri juga sangat diperlukan. Penguasaan teknologi menjadi faktor penting agar pengembangan logam tanah jarang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Semakin kuat kemampuan riset dan pengolahan dalam negeri, semakin besar peluang Indonesia memperoleh nilai tambah dari komoditas strategis tersebut.
Peran Logam Tanah Jarang dalam Hilirisasi Mineral
Hilirisasi logam tanah jarang dapat menjadi bagian dari upaya Indonesia meningkatkan nilai tambah hasil tambang. Konsep hilirisasi tidak hanya berfokus pada kegiatan menambang, tetapi juga mendorong pengolahan bahan mineral menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.





