Misalnya, seseorang ingin membeli rumah dengan harga Rp400 juta dan memiliki uang muka sebesar Rp80 juta, maka nilai pembiayaan yang diajukan menjadi Rp320 juta.
Besarnya cicilan setiap bulan akan dipengaruhi oleh suku bunga, tenor, serta kebijakan yang berlaku pada saat pengajuan dilakukan.
Dengan melakukan simulasi sejak awal, calon pembeli dapat menentukan apakah cicilan tersebut sesuai dengan kemampuan keuangan sehingga risiko keterlambatan pembayaran dapat diminimalkan.





