Pelaku biasanya membuat akun palsu yang menyerupai akun resmi perusahaan, toko online, atau tokoh terkenal. Mereka kemudian menawarkan produk dengan harga sangat murah untuk menarik perhatian calon korban.
Selain itu, banyak juga kasus giveaway palsu yang beredar di media sosial. Korban dijanjikan hadiah menarik, tetapi diwajibkan membayar biaya administrasi terlebih dahulu sebelum hadiah dikirimkan.
Tidak sedikit pula pelaku yang membajak akun media sosial seseorang dan menggunakannya untuk meminjam uang kepada teman atau keluarga korban. Karena berasal dari akun yang dikenal, banyak orang akhirnya percaya dan mengirimkan uang tanpa melakukan konfirmasi lebih lanjut.





