Hari Raya Kuningan merupakan salah satu hari besar yang sangat penting bagi umat Hindu, khususnya di Bali. Dirayakan sepuluh hari setelah Galungan, hari ini menjadi momen sakral ketika umat memanjatkan rasa syukur atas keberlimpahan, keselamatan, serta anugerah yang diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pada hari Kuningan, suasana rumah, pura, dan lingkungan terasa sangat damai, penuh kehangatan, serta dihiasi berbagai sesajen indah.
Tradisi Kuningan juga memiliki nilai spiritual yang tinggi. Masyarakat percaya bahwa pada hari ini, para Dewa dan roh leluhur kembali ke alamnya setelah berkunjung selama rangkaian Galungan. Oleh karena itu, umat Hindu melakukan berbagai ritual sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih. Artikel ini akan membahas selengkapnya mengenai makna dan perayaan Hari Raya Kuningan.
Tentang Hari Raya Kuningan
Hari Raya Kuningan adalah perayaan keagamaan umat Hindu yang jatuh pada hari Saniscara Kliwon Wuku Kuningan. Perayaan ini menjadi penutup rangkaian upacara Galungan dan menjadi simbol keharmonisan manusia dengan alam semesta serta leluhur.
Dalam tradisi Bali, warna kuning menjadi simbol kesucian dan kemuliaan. Oleh karena itu, dekorasi dan sesajen bernuansa kuning banyak digunakan pada hari ini, mulai dari nasi kuning, tamiang, endongan, hingga upakara lainnya.





