Sebagai contoh, apabila perusahaan XYZ memiliki 1 miliar saham beredar dan 300 juta di antaranya dimiliki oleh pemegang saham pengendali, maka free float-nya adalah 700 juta saham. Jika harga pasar per saham adalah Rp10.000, maka free float adjusted market cap adalah Rp7 triliun.
Mengapa Free Float Penting untuk Investor
Free float saham MSCI bukan hanya istilah teknis yang hanya dipahami manajer investasi saja. Bagi investor ritel sekalipun, memahami free float memiliki beberapa manfaat nyata:
- Likuiditas yang Lebih Jelas
Free float memberikan gambaran jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan. Semakin tinggi free float, semakin likuid saham tersebut, sehingga lebih mudah untuk masuk dan keluar posisi tanpa menimbulkan pergerakan harga yang signifikan. - Relevansi dengan Dana Indeks Global
Banyak dana indeks dan ETF berbasis MSCI yang aktif di pasar. Saham dengan free float tinggi biasanya menarik lebih banyak minat dari reksa dana global karena mudah diperdagangkan dalam jumlah besar. - Refleksi Pasar yang Lebih Akurat
Karena saham yang tidak likuid tidak dimasukkan dalam perhitungan indeks, hasilnya mencerminkan kondisi pasar yang lebih realistis dan relevan bagi investor global. - Pengaruh terhadap Volatilitas Harga
Saham dengan free float kecil cenderung mengalami volatilitas harga yang lebih tinggi. Investor yang memahami hal ini bisa membuat strategi manajemen risiko yang lebih baik.
Perbedaan Free Float dan Total Market Cap
Banyak investor sering bingung antara free float dan total market capitalization. Total market cap adalah nilai seluruh saham yang beredar berdasarkan harga pasar, sedangkan free float hanyalah bagian yang bisa diperdagangkan secara bebas oleh publik.





