Memiliki rumah melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia. Salah satu bank yang populer dalam pembiayaan perumahan adalah Bank Tabungan Negara atau yang lebih dikenal sebagai BTN. Namun, setelah beberapa tahun mencicil, banyak nasabah mulai bertanya-tanya tentang cara menghitung sisa pokok KPR BTN yang masih harus dibayarkan.
Mengetahui sisa pokok KPR sangat penting, terutama jika Anda berencana melakukan pelunasan dipercepat, take over kredit, atau sekadar ingin mengevaluasi kondisi keuangan. Tanpa pemahaman yang jelas, Anda bisa salah memperkirakan jumlah kewajiban yang tersisa. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara detail cara menghitung sisa pokok KPR BTN agar Anda bisa merencanakan keuangan dengan lebih matang.
Memahami Komponen Dasar dalam Perhitungan KPR BTN
Sebelum masuk ke cara menghitung sisa pokok KPR BTN, Anda perlu memahami komponen dasar dalam kredit perumahan. Dalam skema KPR, cicilan bulanan biasanya terdiri dari dua komponen utama, yaitu pokok pinjaman dan bunga.
Pokok pinjaman adalah jumlah dana yang Anda terima dari bank untuk membeli rumah. Sementara itu, bunga merupakan biaya yang dikenakan bank atas pinjaman tersebut. Pada awal masa kredit, porsi bunga biasanya lebih besar dibandingkan pokok. Seiring berjalannya waktu, porsi pokok akan semakin besar dan bunga semakin kecil, terutama pada sistem bunga efektif.





