Cara BPS Menghitung Pertumbuhan Ekonomi
Dalam menghitung BPS pertumbuhan ekonomi, Badan Pusat Statistik menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai indikator utama. PDB merupakan total nilai tambah seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah Indonesia selama periode tertentu.
Perhitungan dilakukan menggunakan harga berlaku dan harga konstan. Harga berlaku menggambarkan nilai ekonomi sesuai harga saat ini, sedangkan harga konstan digunakan untuk menghilangkan pengaruh inflasi sehingga dapat menunjukkan pertumbuhan ekonomi secara riil.
Selain itu, BPS mengumpulkan data dari berbagai sektor usaha seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, transportasi, komunikasi, jasa keuangan, hingga sektor pemerintahan. Data tersebut diperoleh melalui survei, laporan perusahaan, administrasi pemerintah, dan berbagai sumber statistik lainnya.





