Ketika seseorang memutuskan untuk melakukan take over KPR BTN, biasanya alasannya beragam—mulai dari suku bunga lebih rendah, pelayanan bank lain yang lebih baik, hingga kebutuhan penyesuaian angsuran. Namun sebelum memulai proses ini, penting untuk mengetahui biaya-biaya apa saja yang mungkin timbul.
Melakukan take over bukanlah hal yang rumit, tetapi tetap harus dilakukan dengan perhitungan matang agar tidak memberatkan di kemudian hari. Artikel ini akan membahas secara menyeluruh tentang biaya take over KPR BTN, jenis-jenis biayanya, serta tips agar prosesnya berjalan efisien.
Bila kamu berencana pindah KPR dari BTN ke bank lain atau sebaliknya, pastikan kamu sudah memahami poin-poin penting berikut.
Apa Itu Take Over KPR?
Take over KPR adalah proses memindahkan kredit pemilikan rumah dari satu bank ke bank lain. Tujuannya bisa karena suku bunga di bank baru lebih rendah, layanan lebih baik, atau penambahan plafon pinjaman.
BTN sebagai salah satu bank penyedia KPR terbesar di Indonesia, juga melayani proses take over baik keluar dari BTN maupun masuk ke BTN. Namun, proses ini tentu akan menimbulkan sejumlah biaya yang perlu diperhitungkan.
Jenis Biaya Take Over KPR BTN
1. Biaya Pelunasan Dipercepat (Exit Fee)
Jika kamu take over dari BTN ke bank lain sebelum tenor selesai, kamu mungkin akan dikenakan denda pelunasan dini sekitar 1%–2% dari sisa pokok pinjaman.
2. Biaya Administrasi Bank Baru
Bank tujuan take over akan mengenakan biaya administrasi pembukaan fasilitas KPR baru. Besarnya bervariasi, umumnya berkisar antara Rp 500.000 – Rp 1.000.000.
3. Biaya Appraisal (Penilaian Ulang Properti)
Setiap bank akan melakukan penilaian harga rumah terbaru. Biaya appraisal ini biasanya berkisar antara Rp 500.000 – Rp 2.000.000, tergantung lokasi dan jenis rumah.
4. Biaya Notaris dan AJB
Biaya notaris termasuk dalam pengurusan Akta Jual Beli, Balik Nama, dan lainnya. Ini bisa mencapai Rp 3 juta – Rp 5 juta, tergantung kompleksitas dan nilai properti.
5. Biaya Asuransi Jiwa dan Kebakaran
Bank baru biasanya mensyaratkan asuransi jiwa dan kebakaran, yang besarnya tergantung pada nilai pinjaman dan usia debitur. Untuk asuransi jiwa bisa mulai dari Rp 1 juta, sementara asuransi kebakaran tergantung nilai rumah.
6. Biaya Provisi dan Administrasi Bank Baru
Biaya provisi umumnya sebesar 0,5% – 1% dari total pinjaman baru. Pastikan ini diperhitungkan dalam pengajuanmu.
Simulasi Biaya Take Over KPR BTN
Misal kamu ingin take over pinjaman sebesar Rp 300 juta dari BTN ke bank lain. Estimasi biaya yang harus disiapkan:
| Jenis Biaya | Estimasi Jumlah |
|---|---|
| Exit fee BTN (1%) | Rp 3.000.000 |
| Appraisal rumah | Rp 1.000.000 |
| Notaris & AJB | Rp 4.000.000 |
| Provisi bank baru (1%) | Rp 3.000.000 |
| Asuransi jiwa & kebakaran | Rp 2.000.000 |
| Biaya administrasi bank baru | Rp 750.000 |
| Total | Rp 13.750.000 |
Catatan: Angka bisa bervariasi tergantung bank dan lokasi.
Tips Menghemat Biaya Take Over KPR BTN
-
Negosiasi dengan bank lama: Minta keringanan exit fee atau biaya penalti.
-
Bandingkan beberapa bank: Lakukan riset bank tujuan untuk mendapatkan bunga dan biaya terbaik.
-
Tunggu waktu yang tepat: Hindari take over saat awal-awal KPR dimulai, karena penalti biasanya masih tinggi.
-
Tanyakan promo atau cashback: Beberapa bank menawarkan promo bebas biaya notaris atau provisi.
Call to Action
Jika kamu merasa beban cicilan KPR di BTN terlalu berat atau menemukan bank dengan penawaran lebih menarik, jangan ragu untuk mempertimbangkan take over KPR. Tapi pastikan kamu sudah menghitung biaya take over KPR BTN dengan matang agar tidak rugi di kemudian hari. Konsultasikan juga langsung ke bank tujuan agar prosesnya lebih lancar dan jelas!
QnA
Q: Apakah take over KPR BTN bisa dilakukan kapan saja?
A: Ya, tetapi disarankan setelah masa fixed rate berakhir agar tidak terkena penalti besar.
Q: Apakah BTN melayani take over masuk dari bank lain?
A: Ya, BTN juga menerima pengajuan take over dari nasabah bank lain ke BTN.
Q: Apakah biaya take over bisa ditalangi oleh bank tujuan?
A: Beberapa bank menawarkan fasilitas pembiayaan biaya take over sebagai tambahan pinjaman.
Q: Apakah saya bisa menambah plafon saat take over?
A: Bisa, tergantung pada kemampuan bayar dan penilaian bank terhadap aset dan penghasilanmu.
Q: Berapa lama proses take over KPR biasanya?
A: Umumnya sekitar 2–4 minggu tergantung kelengkapan dokumen dan proses appraisal.





