Harga Barang Impor Menjadi Lebih Mahal
Salah satu dampak utama ketika rupiah melemah adalah naiknya harga barang impor. Indonesia masih mengimpor berbagai kebutuhan dari luar negeri, seperti bahan bakar, elektronik, mesin industri, hingga bahan baku makanan. Ketika dolar AS naik, biaya impor otomatis ikut meningkat.
Perusahaan yang bergantung pada barang impor biasanya akan menaikkan harga produk untuk menutupi biaya produksi yang lebih tinggi. Akibatnya, masyarakat harus membayar lebih mahal untuk membeli barang tertentu. Kondisi ini dapat memicu inflasi karena harga kebutuhan sehari-hari ikut naik.
Produk elektronik seperti smartphone, laptop, dan peralatan rumah tangga sering kali mengalami kenaikan harga saat rupiah melemah. Begitu juga dengan kendaraan yang menggunakan komponen impor dari luar negeri. Dampak ini membuat daya beli masyarakat menjadi menurun.





