Sebagai contoh, jika sebelumnya 1 dolar AS setara Rp15.000 lalu berubah menjadi Rp17.000, maka rupiah dianggap mengalami pelemahan. Kenaikan kurs tersebut menunjukkan bahwa nilai rupiah menurun terhadap dolar.
Pelemahan mata uang merupakan hal yang umum terjadi di berbagai negara. Faktor penyebabnya bisa berasal dari kondisi ekonomi domestik maupun situasi global yang memengaruhi pasar keuangan.
Meski sering dianggap negatif, pelemahan mata uang tidak selalu membawa dampak buruk. Dalam kondisi tertentu, beberapa sektor justru bisa memperoleh keuntungan dari melemahnya nilai tukar rupiah.



